Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional Jenjang Dasar-Universitas, DPR Sorot PR Ini

Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menekankan perbaiikan menyeluruh sistem pendidikan nasional. Perbaikan ini menurutnya akan berlaku dari jenjang dasar hingga pergruan tinggi.

Prabowo mengatakan pemberantaan ini guna menyiapkan generasi muda SDM unguul yang akan mengelola kekayaan nasional.

“Tidak hanya di 1,2,3, bidang, semua sekolah dasar harus kita perbaiki semua sekolah menengah harus kita perbaiki. Semua sekolah vokasi harus kita perbaiki. Semua pergruan tiinggi harus kita perbaiki.

Revisi UU Sisdiknas

Ketua Komisii X DPR Heltfah Sjahfudin mengatakan transformasi pendidikan jelang 2045 harus dilakukan lantaran keberhasilan pemanfaatn bonus demografi RI saat ini sangat dipengaruhi kualitas SDM. Dan aspek tranformasi regulasi, ia mengatakan pihaknya tengah menyusun revisi UU Sisdikernas.

Ia menjelaskan, dengan kordinasi, revisi UU Sisdikernas manyatukan UU tersebut dengan UU Guru Dosen dan UU Pendidikan Tinggi.

“Termasuk penyempurnaan tata kelola, penguatan kualitas guru dan dosen, pemerataan akses pendidikan, serta penajaman standar nasional pendidikan agar lebig relevan dengan kebutuhan zaman,” imbuhnya.

Kualitas Pendidik

Hetflah mengatakan, penguatan kualitas pendidik tidak hanya dalam peningkatan kesejahteraan, perlindungan, dan kompetensi, tetapi juga kemampuan mentrafeleser ilmu dan keterampilan. Keduanya perlu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi.

Dalam hal ini, sambungnya, guru dan dosen harus memiliki literasi digital dari tidak digagap teknologi. Keterampilan ini menutupnya memungkinkan para pendidik jaddi penggerak transformasi pendidikan sekaligus melainkan kelulusan yang adftif.

“Mewujudkan SDM unggul harus disiapkan dengan kecakapan baru, seperti kemampuan menyeimbangkan berpiir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi, dan literasi digital, serta kemampuan membaca data, dan penguatan karakter kebangsaan.

Transformasi Sekolah sampai Kampus

Transformasi keseimbangan., baik perguruan tinggi lembaga pelatihan, dan satuan pendidikan menurut Hetflah juga harus addaptif pada perubahan. Termasuk di dalarnya yakni dengan mendorong akselerasi digital penguatan inovasi, dan pembentukan ekosistem pembelajaran sepanjang hayat.

“Lembaga pendidikaj perlu meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan lulusan yang siap beradaptasi, beralih dan keterampilan lama yang kurang relevan menjad keterampilan baru era digital.”

Pendidikan Bukan Hanya Tugas Kampus

Hetflah juga menekankan perlunya transformasi ekosistem pembelajaran. Ia menilai SDM unggul hanya bisa lahir jika semua pihak berkepentingan bersama-sama membangun lingkunan belajar yang aman, sehat. dan bebas kekerasan atau perundungan.

“Pendidikan tidak bisa bersandar pada sekolah dan kampus semata, maka dunia usaha dan dunia industri, pemerintah daerah , bahkan keluarga, harus menajadi bagian integral proses pendidikan.

Kebijakan Berbasis Data

Ia menekankan, tata kelola pendidikan dan kebijakan pendidikan ke depan harus dibuat berbasis data. Dalam hal ini , Indonesia juga punya PR dalam sistem informasinya terintegrasi.

“Pengamblar keputusan sektor pendidikan harus berbasis data akurat, sistem informasi terintegrasi, serta evaluasi objektif. Tanpa itu transformasi terintegrasi serta evaluasi objektiv.

Exit mobile version