Kementrian Pendidikan Korea Selatan Umukan 4.000 Sekolah Ditutup, Kenapa?

Kementrian Pendidikan Korea Selatan

Jakarta – Kementrian Pendidikan Korea Selatan mengumumkan penututpan lebih dari 4.000 sekolah di negara tersebut. Penutupan ini termasuk jenjang sekolah dasar menengah dan tinggi.

Menurut angka terbaru dari kementrian, 4.008s ekolah di bawah 17 kantor pendidikan regional telah ditutup hingga maret 2025. Selama periode tersebut, jumlah siswa yang terdaptar menurun dari 9,9 juta menjadi 5,07 juta orang.

Baca Juga: Soal TKA 2025 Bocor di Medsos, PGRI Singgung Proses Pengawasan-Pendidikan Karakter

Mayoritas sekolah ditutup merupakan sekolah dasar. Sebanyak 3.674 dasar ditutup secara permanen.

Angka tersebut disusul dengan 254 sekolah menengah dan 70 sekolah tinggi. Dalam lima tahun terakhir. 158 sekolah diproyeksikan akan ditutup dalam lima tahun ke depan.

Apa Penyebab 4.000 Sekolah Korsel Ditutup?

Anggota parlemen Jin Sun-mee dari Pantai Demokrat Korea slot bet menyatakan tingkat kelahiran Korea Selatan merupakan yang terendah di dunia Adapun tingkat kesuburan total berada di bawah 0,8.

Mengacu pada laju penutupan sekolah, pihaknya juga memprediksi penurunan jumlah siswa akan semakin cepat di wilayah provinsi daripada di wilayah ibu kota, Jumlah penutupa terbesar terjadi di Provinsi Jeola Utara dengan 16 sekolah.

Pemerintah Memprediksi Jumlah Siswa Akan Menurun Sebanyak 1 Juta Jiwa

Lembaga Pengembangan Pendidikan Korea yang dikelola negara memperkirakan jika jumlah siswa sekolah dasar, menngah dan atas diproyeksikan akan menurun menjadi sekitar 4,25 juta pada tahun 2029. Penurunan hampir 1 juta siswa hanya dalam enam tahun.

Data kementrian juga mengungkapkan kesenjangan dalam slot thailand pengelolaan sekolah pada lokasi yang ditutup. Dari 4.008 sekolah yang telah ditutup, 376 masih belum digunakan. Di antara sekolah-sekolah tersebut, 266 telah ditinggalkan selama lebih dari 82 telah ditinggalkan selama lebih dari 30 tahun.

“Sejumlah besar sekolah telah ditutup, dan ini akan terus berlanjut seiring dengan penurunan jumlah siswa, kata Jin dalam Korea Times dikutip Senin (29/12/2025).

“Kita tidak bolah hanya berhenti pada penutupan sekolah, tetapi harus mengembangkan peta jalan

jangka panjang untuk memanfaatkan sekolah-sekolah tersebut sebagai aset bagi masyarakat setempat,”sambungnya.

Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubad Matraji menyampaikan ada setempat

sederet permasalahan yang harus dituntaskan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus idtuntaskan masalah dana menjadi sorotan utama dalam pelaksanaannya.