Soal TKA 2025 Bocor di Medsos, PGRI Singgung Proses Pengawasan-Pendidikan Karakter

Soal TKA 2025 Bocor

Jakarta – Kebocoran soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) di media sosial menjadi salah satu hal yang paling disosroti selama pelaksanaan ujian tersebut. Berbagai reaksi limbut, terutama dari murid yang baru menyelesaikan ujian TKA di gelombang selanjutnya.

Baca Juga: Kemendikdasmen Mau Gelar Konferensi Dunia, Bahas Pendidikan Inklusif Lintas Agama

Pengawasan dan Pendidikan Karakter Perlu Diperkuat

Sekretaris Jenderal PGRI, Dudung Abdul menilai proses pengawasan di sekolah ;perlu ditingkatkan agar tidak ada insiden serupa. Menurutnya, kejadian in tergolong dalam penyalahgunaan teknologi oleh murid yang perlu diperhatikan sekolah.

“Ini yang saya maksud, leadhership dan tata kelola sekolah harus ditingkatkan. Salah satunya adalah fungsi pengawasan. Kalau pengawasan di sekolah cukup kuat, peristiwa seperti yang muncul di TikTok itu tidak akan terjadi.

Selain proses pengawasan, Dudung juga menekankan pentingnya pendidikan slot depo 10k karakter bagi murid. Saat ini, pendidikan karakter tidak boleh hanya dituliskan di atas kertas tapi harus dibiasakan dalam kegiatan sekolah.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pengimplementasikan pendidikan karakter adalah melalui ingatan kokunikuler. Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar kelas untuk memperdalam materi yang telah diadaptasi di kelas.

Jaga Mental dan Kejujuran Murid di TKA

Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan aspek kejujuran dan bergembira dalam melaksanakan TKA 2025 di jenjang SMA/SMK sederajat. Aspek keujuran ini juga ikurt diperhatikan pemerintah daerah (pemda) dan sekolah,

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Anicro dan bergembira dalam melaksanakan TKA jenjag SMA/SMK sederajat disiapkan oleh pusat (Kemendikdasmen), oleh karena itu, pemda tidak bisa mengakses soal.

Alih-alih masalah teknis, Thomas menyebut tantangan utama TKA pertama ini ada di kesiapan mental dan konsistensi belahar murid. Ia menilai, menjaga mentak murid berdampak pada kejujran murod pada pelaksanaan TKA.

“Secara teknis dan sistem, semuanya aman, Tinggal mental siswanya saja slot gacor hari ini yang harus dijaga, supaya fokus dan jujur saat mengerjakan.” jelasnya.

Aspek kejujuran juga disoroti pihak sekolah. Wakil Kepala Human SMN 1 Kota Depok, Eva Ethida menuturkan, sekolahnya  menyiapkan langkah-langkah antisipatif soal tidak bocor.

Eva mengatakan, pengawasan yang dilakukan antara lain pengumpulan gawai dan barang pribadi sebelum ujian dan penggunaan jaringan internet khusus dengan kemanan sistem.

Selain itu, setiap ruangan ujian turut diawasi melalui aplikasi Zoom oleh pengawas penyelia, yang juga melibatkan pengawas siang dan sekolah lain